fix
fix
Iklan Paling Atas
OPINI & WAWANCARA
Amalkan Kembali Pancasila
Oleh : Fathya MP|POL
JADWAL SHALAT   Subuh 05:29 WIB | Dzuhur 12:39 WIB | Ashar 15:59 WIB | Maghrib 18:40 WIB | Isya 19:46 WIB
MILITER & HUKUM

'Hebat', Alutsista TNI Terkuat di Asia Tenggara

Jika dulu TNI AD hanya memiliki meriam 105 mm yang jarak ledaknya hanya 12 kilometer, saat ini sudah memiliki meriam 155 mm dengan daya jangkau 42 kilometer
24 Februari 2014 02:55:00 WIB

han|adam|red
Jakarta,POL
KEMAJUAN alutsista sangat berpengaruh terhadap pertahanan negara bahkan bisa berpengaruh terhadap kedudukkan negara dalam diplomasi politik Internasional. Kekuatan pertahanan juga harus terus diperkuat mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dan sangat luas berpotensi adanya ancaman keamanan nasional.
 
Contohnya pelanggaran wilayah perbatasan darat, gangguan keamanan di laut dan pelanggaran wilayah yurisdiksi laut, pemanfaatan ruang udara nasional secara ilegal, dan upaya-upaya penguasaan wilayah Indonesia oleh negara lain.
 
Kekuatan pertahanan Indonesia kini sudah tak bisa lagi dianggap remeh. Bahkan, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan berkeyakinan TNI akan memiliki daya kekuatan yang terbesar di antara negara lain di Asia Tenggara mengingat pada tahun 2014 sejumlah alutsista milik tiga matra akan memasuki "masa panen", dimana akan berdatangan ke Indonesia.
 
Keberhasilan pemerintah dalam pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) membuat banyak pihak yakin TNI akan memiliki kekuatan yang cukup memadai, seperti diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.
 
"Renstra pertama (2010-2014), kekuatan TNI yang terkuat di Asia Tenggara lantaran pengadaan alutsista oleh pemerintah yang melengkapi TNI AL, TNI AU dan TNI AD dengan senjata dan peralatan baru," kata Purnomo beberapa waktu lalu.
 
Kekuatan TNI Angkatan Udara akan terus meningkat. Bahkan, ada 102 alat utama sistem senjata (alutsista) baru pada rencana strategis pembangunan TNI AU tahun 2010-2014, seperti pesawat tempur F-16, T-50i, Sukhoi, Super Tucano, CN-295, pesawat angkut Hercules, Helikopter Cougar, Grob, KT-1, Boeing 737-500 dan radar.
 
"Pada tahun 2014 ini, sejumlah pesawat tempur yang telah dipesan akan berdatangan dan semakin memperkuat TNI AU," kata Menhan saat serah terima pesawat tempur T-50i produksi Korea Selatan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (13/2).
 
Menurut dia, ke-16 unit pesawat tempur ringan bermesin jet T-50i Golden Eagle buatan Korea Selatan itu juga menambah kekuatan Alutsista TNI AU.
 
Pesawat tempur T-50i yang dibeli Pemerintah Indonesia dengan nilai kontrak sebesar 400 juta dollar Amerika ini akan digunakan sebagai pesawat pengganti Hawk MK-53 yang menjadi bagian dari Skuadron Udara 15, Lanud Iswahyudi Madiun, di bawah Komando Operasi AU-II.
 
"Pesawat ini akan meningkatkan peran TNI dalam mengemban tugas yang lebih besar dalam menghadapi tantangan yang lebih kompleks dimasa mendatang," kata Purnomo.
 
Pesawat T-50i adalah pesawat latih supersonik buatan Amerika-Korea Selatan dan dikembangkan oleh Korean Aerospace Industry dengan bantuan Lockheed Martin.
 
Pesawat ini mampu ditempatkan digaris depan sebagai Light Fighter yang dilengkapi dengan peralatan tempur. (Missile Guided/Unguided, Rocked, Bomb, Canon 20 mm serta radar.
 
"Dengan kehadiran pesawat T-50i tersebut, maka status pembangunan kekuatan matra udara pada renstra 2010-2014 dalam rangka modernisasi Alutsista yaitu skadron pesawat tempur strategis Sukhoi telah lengkap sebanyak 16 unit," ujarnya.
 
Selain itu, lanjut Menhan, tahun ini akan datang pesawat tempur F-16 setara Blok 52 buatan Amerika Serikat sebanyak 24 unit. Sampai awal semester II tahun 2014 akan hadir 16 pesawat tempur Super Tucano untuk melengkapi 1 skadron dalam rangka mendukung operasi pengamanan dalam negeri.
 
Disamping itu, juga akan segera tiba UAV (pesawat terbang tanpa awak) untuk mengisi skadron UAV dalam rangka memperkuat operasi pemantauan perbatasan yang dipusatkan di Lanud Supadio Pontianak.
 
Menhan juga mengungkapkan, untuk pesawat angkut sedang, secara berurutan telah tiba di Indonesia sebagian besar dari sembilan unit pesawat CN-295 yang merupakan hasil kerja sama produksi antara PT DI dengan Airbus Military dan rencananya akan menjadi satu skadron CN-295, dan 2 unit CN-235 serta 1 unit Casa-212 untuk angkut ringan.
 
Dalam rangka mendukung kegiatan airlift dan OMSP, telah dilakukan penambahan kekuatan sebanyak sembilan pesawat angkut berat Hercules C-130H yang sudah mulai tiba secara bertahap.
 
TNI AU juga telah menerima dan mengoperasikan pesawat latih lanjut KT-1B Wong Be buatan Korea Selatan yang digunakan oleh Tim Aerobatik TNI AU, Jupiter sebanyak satu skadron.
 
Selain itu, peremajaan pesawat-pesawat latih TNI AU telah dilakukan dengan mengganti pesawat latih T-34 C dan AS-202 Bravo yang sudah berusia sekitar 30 tahun dengan pesawat latih generasi baru yaitu Grob G-120 TP buatan Jerman sebanyak 18 unit yang direncananya akan menjadi 24 unit.
 
Menhan menambahkan, untuk rotary wing, telah ditambah beberapa jenis helikopter yaitu Helly Super Puma NAS-332 sebanyak tiga unit dan Helly Full Combat SAR EC-725 Caugar dari Euro Copter sebanyak enam unit.
 
Sedangkan untuk pertahanan udara nasional, telah diperkuat dengan pengadaan PSU (Penangkis Serangan Udara) sebanyak tiga batere/6 firing unit buatan Rainmetall Air Defence Switserland untuk satuan-satuan di Korps Paskhas TNI AU tujuh unit radar canggih yang telah dan akan dipasang di beberapa lokasi antara lain Merauke, Saumlaki, Timika dan Morotai.
 
TNI-AD Khusus TNI Angkatan Darat, selain membeli 114 unit tank Leopard, pemerintah juga mengadakan 28 unit helikopter dan delapan unit Apache tipe AH-64E. Tepatnya sebanyak 30 unit Leopard dan 21 Marder akan tiba sebelum bulan september 2014.
 
Demikian pula dengan Meriam Caesar, dimana dari 37 unit, yang empat unit di antaranya akan tiba sebelum Oktober 2014. Sementara untuk roket MLRS Astros II akan tiba 13 unit sebelum Oktober 2014. Masih dari TNI-AD, rudal pertahanan udara jenis Starstreak serta Mistral dijadwalkan juga tiba sebelum Oktober 2014, khususnya Mistral akan datang sebanyak 9 unit pada Juni 2014.
 
Sementara itu untuk matra laut, terdapat Upgrade Kapal perang korvet kelas Fatahillah, Kapal latih pengganti KRI Dewaruci, pengadaan dua unit Kapal Hidro Oceanografi, dan lain lain. Untuk tank amfibi BMP-3F sebanyak 37 unit, yang beberapa diantaranya sedang dalam proses uji terima.
 
Sementara panser amfibi BTR-4 sebanyak lima unit, yang dua unit di antaranya akan tiba di tanah air pada September 2014.
 
Target MEF 42 persen Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menargetkan tahun 2014 ini kekuatan pokok minimum (Minimum Essential Force/MEF) pada rencana strategis I dapat mencapai 40-42 persen.
 
"MEF pada 2013 telah lampaui target 28,7 persen. Pada 2014 diharapkan mencapai 40-42 persen," kata Panglima TNI usai membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI 2014 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (8/1).
 
Masyarakat Indonesia bisa melihat sendiri bagaimana kekuatan alutsista TNI di 2014 ini, diantaranya adalah sejumlah Alutsista yang akan datang pada tahun ini untuk memperkuat matra darat, laut dan udara.
 
Kementerian Pertahanan optimistis pencapaian kekuatan pokok minimal dapat dilakukan pada 2019 atau lebih cepat lima tahun dari target yang telah ditentukan pada 2024. Pada awalnya pencapaian MEF ditargetkan selesai dalam tiga kali renstra (2009-2024). Namun, ternyata bisa dicapai dalam dua kali renstra (2009-2019).
 
Pencapaian MEF yang lebih cepat lima tahun dari yang ditargetkan itu merupakan sebuah terobosan dan keberhasilan berkat besarnya APBN yang digelontorkan ke Kemhan. Anggaran pertahanan pada 2013 mencapai Rp 77 Triliun, namun pada 2014 ini meningkat menjadi Rp83,4 Triliun.
 
Transformasi TNI AD TNI Angkatan Darat (AD) akan lebih memfokuskan diri untuk melakukan transformasi organisasi pada 2014 ini guna menghadapi rencana strategis II periode 2015-2019.
 
"Transformasi ini akan disesuaikan dengan perkembangan lingkungan strategis yang mungkin dihadapi Indonesia pada lima hingga sepuluh tahun ke depan.
 
Hal ini dilakukan agar TNI AD semakin profesional dan mampu menjawab tuntutan dan perkembangan jaman," kata Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Budiman usai membuka Rapat Pimpinan (Rapim) 2014 TNI AD, di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Rabu (15/1).
 
Pertambahan alutsista membuat TNI AD harus segera mendesain ulang organisasi. Jika dulu TNI AD hanya memiliki meriam 105 mm yang jarak ledaknya hanya 12 kilometer, saat ini sudah memiliki meriam 155 mm dengan daya jangkau 42 kilometer.
 
TNI AD juga sudah memiliki Multilauncher Rocket System (MLRS) dengan daya jangkau hingga 100 kilometer.
 
"Kita juga punya tank (Leopard) yang kapabilitasnya luar biasa," ujarnya.
 
Ada pula penangkis serangan udara yang kemungkinan perkenaannya mencapai 96 persen. Semua itu bisa didapat walaupun anggaran belanja pertahanan Indonesia masih kurang dari satu persen GDP. "Bahkan, kita sudah bisa membuat beberapa alutsista sendiri," ucapnya.POL|H.PELITA
 

Print
Tinggalkan komentar....





EKONOMI DAN BISNIS


Janji Pemkot Bandung, Tiga Tahun Bangun 12 Rusun

WALI Kota Bandung Ridwan Kamil berjanji dalam tiga tahun akan membangun 12 titik rumah susun (Rusun)…
23 September 2014 15:17:00 WIB

Ruud Gullit Kritik Van Gaal yang Acuhkan Pemain Belakang

MANTAN striker Belanda Ruud Gullit mengkritik kinerja Manajer MU Louis van Gaal yang menghabiskan sebagian besar…
23 September 2014 14:42:00 WIB

Usai Renovasi, Gedung PBB Terlihat Mewah

23 September 2014 14:17:00 WIB

Ups, Aktor Ternama Ini Jadi Pengemis

23 September 2014 12:53:00 WIB

Selandia Baru Rencanakan Ganti Bendera

20 September 2014 08:50:00 WIB

3 Jenis Aroma Penghilang Insomnia

INSOMNIA atau gangguan susah tidur tidak harus diobati dengan obat kimia. Hanya dengan menghirup aromaterapi saja,…
20 September 2014 07:28:00 WIB

Ups, Amerika Akan Terpecah ?

20 September 2014 07:14:00 WIB

Mau Jerawat Hilang ? Makanlah Makanan Ini

20 September 2014 05:00:00 WIB

Karyawan Restoran AS Tuntut Gaji Layak

20 September 2014 12:40:00 WIB

Akhir Pekan, Harga Emas Melesu

23 September 2014 14:46:00 WIB

Janji Pemkot Bandung, Tiga Tahun Bangun 12 Rusun

WALI Kota Bandung Ridwan Kamil berjanji dalam tiga tahun akan membangun 12 titik rumah susun (Rusun)…
23 September 2014 12:26:00 WIB

Prospek Ahli Robotika Sangat Bagus

23 September 2014 11:28:00 WIB

Menkominfo Suka Pat Gulipat ?

23 September 2014 11:05:00 WIB

Maaf, Jangan Berharap Dari Jokowi

23 September 2014 09:12:00 WIB

Peneliti: Gempa di Indonesia Sangat Unik

23 September 2014 07:13:00 WIB

Ahok Akan Usir Penghuni Rusun Kalibata ?

23 September 2014 06:10:00 WIB

IDI: PP Aborsi Rawan Disalahgunakan

23 September 2014 04:52:00 WIB

Update Google Untuk iOS 8 Telah Tersedia

19 September 2014 16:26:00 WIB

Mahasiswa UNY Ciptakan Ampas Kopi Untuk Kecantikan

TERNYATA ampas teh dan kopi sangat baik untuk kecantikan kulit. Dalam kafein terkandung efek anti-inflamasi untuk…
19 September 2014 15:59:00 WIB

Gelar Budaya Rakyat, Kolaborasi Empat Negara

19 September 2014 14:52:00 WIB

Panglima TNI Siap Kehilangan Jabatan

19 September 2014 14:23:00 WIB

Berubah Haluan, LSI Nilai SBY Plin-Plan

19 September 2014 11:00:00 WIB

Korban Kecelakaan Kerja Terima Rp2,8 Miliar

19 September 2014 12:24:00 WIB

RUU Perlindungan Anak Akan Disahkan

20 September 2014 03:24:00 WIB

Pungli di Uji KIR Seperti Gunung Es

IKLAN PALING BAWAH