fix
fix
Iklan Paling Atas
OPINI & WAWANCARA
BBM, Politik dan Kepentingan Rakyat
Oleh : Fajar Kurnianto
JADWAL SHALAT   Subuh 05:29 WIB | Dzuhur 12:39 WIB | Ashar 15:59 WIB | Maghrib 18:40 WIB | Isya 19:46 WIB
MILITER & HUKUM

Pengelolaan Gas Abadi Blok Masela di Arafuru Pembagian Sahamnya Meresahkan

Ketidakjelasan kepemilikan Maluku dalam pengelolaan gas abadi Blok Masela, di perairan Arafuru berupa 10 persen saham tersebut memang telah meresahkan publik
19 Januari 2013 03:05:00 WIB

Adam
Maluku|POL

Terkait adanya pengelolaan gas abadi Blok Masela di perairan Arafura berupa sepuluh persen saham yang dianggap gagal dan meresahkan publik itu, maka Moluccas Economyc Reform Institut (MOERI) meminta sebaiknya Ir. Samuel Samson segera mundur dari jabatan Direktur Utama PT. Maluku Energy.

“ Kami menilai Ir. Samuel Samson gagal dalam negosiasi 10 persen saham dari gas abadi Blok Masela yang merupakan bagian provinsi Maluku, maka kami meminta sebaiknya Samuel Samsun Segera Mundur dari jabatannya selaku Direktur Utama PT. Maluku Energy,” tegas Tammat R. Talaohu saat dihubungi Pelitaonline.com melalui telpon genggamnya, Kamis (17/1).

Menurut Tammat, seorang Dirut PT. Maluku Energy sejatinya memiliki kemampuan dalam mengelola sumber energy dan pandai dalam hal negosiasi. “ Direktur Utama adalah jabatan yang paling strategi dalam memainkan perannya dan tempat dimana masyarakat menaru harapan,” pasalnya.

Selain itu Tammat juga menilai Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu ikut menutup-nutupi kasus itu.

“ Ketidakjelasan kepemilikan Maluku dalam pengelolaan gas abadi Blok Masela, di perairan Arafuru berupa 10 persen saham tersebut memang telah meresahkan publik,” katanya.

Lebih lanjut, Direktur Eksekutif MOERI Tammat R. Talaohu, mensinnyalir, adanya ketidak beresan dalam negosiasi perolehan hak Maluku sebesar 10 persen dalam pengelolaan gas abadi Blok Masela.

“Ketidak beresan ini berupa ketertutupan Pemda dan BUMD PT. Maluku Energi yang berjalan sendiri sendiri dengan tidak melibatkan komponen masyarakat Maluku secara lebih luas dalam menuntut hak daerah,”ujarnya.

Perilaku ketertutupan seperti ini, lanjut Tammat, umumnya terjadi dalam bisnis migas. “ Dalam bisnis migas itu perlu adanya keterbukaan mingingat nilai ekonomisnya begitu tinggi,” imbunya.

Dalam catatan MOERI, PT. Maluku Energi telah dibiayai rekanan PT. Marsela Energi puluhan miliar rupiah.

Dana operasional puluhan miliar itu, tuding Tammat, sudah dinikmati para Komisaris, Direktur Utama dan para Direktur termasuk gubernur Maluku tanpa ada transparansi,

 


Print
Tinggalkan komentar....





EKONOMI DAN BISNIS


Ekspor Ikan Hias, Indonesia Kalahkan Singapura

JIKA dulu Indonesia tidak pernah dilirik sekarang menjadi pengekspor ikan hias terbesar ketiga di dunia. Saat…
18 September 2014 20:54:00 WIB

Sering Pakai Laptop Buat Pria Mandul ?

LAPTOP sudah menjadi kebutuhan primer di era teknologi saat ini. Tak heran, sebagian besar kehidupan manusia…
18 September 2014 20:00:00 WIB

Pemanis Buatan Sama Bahayanya Dengan Gula ?

19 September 2014 02:44:00 WIB

PM Thailand Minta Maaf Soal Kasus Bikini

18 September 2014 16:48:00 WIB

ISIS Buat Lesu Properti Timur Tengah

18 September 2014 18:51:00 WIB

Ebola Jangkiti Perawat Perancis di Liberia

22 September 2014 23:49:00 WIB

Ekspor Ikan Hias, Indonesia Kalahkan Singapura

JIKA dulu Indonesia tidak pernah dilirik sekarang menjadi pengekspor ikan hias terbesar ketiga di dunia. Saat…
22 September 2014 22:43:00 WIB

LIPI Temukan Senyawa Aktif Pengawet Susu

22 September 2014 18:17:00 WIB

Waspada Ketidakpastian Pasar Keuangan Dunia

22 September 2014 17:27:00 WIB

FPI: Tolak Ahok Jadi Gubernur, Harga Mati !

22 September 2014 16:04:00 WIB

Aceh Hukum Cambuk Kaum Homo

22 September 2014 13:08:00 WIB

Duh, Sertifikasi Mobil Listrik Tidak Jelas

22 September 2014 12:14:00 WIB

Kini, Tari Saman Diakui Dunia

18 September 2014 18:20:00 WIB

Waspada, Penipuan Jamaah Haji Khusus

KASUS penipuan terhadap calon jamaah haji khusus biasanya sering bermunculan menjelang akhir pemberangkatan haji. Aksi penipuan…
18 September 2014 17:34:00 WIB

2014 Seabad Ismail Marzuki

18 September 2014 17:00:00 WIB

Polisi Tangkap Lagi Pencuri Perangkat BTS XL

18 September 2014 13:26:00 WIB

Pengamat Sebut Tidak Ada Koalisi Permanen

18 September 2014 15:00:00 WIB

Optimalkan Tugas, 11 Perwira TNI Dimutasi

18 September 2014 15:54:00 WIB

Tips Sederhana Menanggulangi Kran Yang Bocor

IKLAN PALING BAWAH