Get Adobe Flash player
JADWAL SHALAT  Subuh 04:35 WIB | Dzuhur 11:47 WIB | Ashar 14:59 WIB | Maghrib 17:49 WIB | Isya 18:54 WIB

Militer & Hankam

Pengelolaan Gas Abadi Blok Masela di Arafuru Pembagian Sahamnya Meresahkan

Ketidakjelasan kepemilikan Maluku dalam pengelolaan gas abadi Blok Masela, di perairan Arafuru berupa 10 persen saham tersebut memang telah meresahkan publik

Sabtu, 19 Januari 2013 10:05 Adam|
Pengelolaan Gas Abadi Blok Masela di Arafuru Pembagian Sahamnya Meresahkan
Pengelolaan gas abadi Blok Masela, di perairan Arafuru
Maluku|POL

Terkait adanya pengelolaan gas abadi Blok Masela di perairan Arafura berupa sepuluh persen saham yang dianggap gagal dan meresahkan publik itu, maka Moluccas Economyc Reform Institut (MOERI) meminta sebaiknya Ir. Samuel Samson segera mundur dari jabatan Direktur Utama PT. Maluku Energy.

“ Kami menilai Ir. Samuel Samson gagal dalam negosiasi 10 persen saham dari gas abadi Blok Masela yang merupakan bagian provinsi Maluku, maka kami meminta sebaiknya Samuel Samsun Segera Mundur dari jabatannya selaku Direktur Utama PT. Maluku Energy,” tegas Tammat R. Talaohu saat dihubungi Pelitaonline.com melalui telpon genggamnya, Kamis (17/1).

Menurut Tammat, seorang Dirut PT. Maluku Energy sejatinya memiliki kemampuan dalam mengelola sumber energy dan pandai dalam hal negosiasi. “ Direktur Utama adalah jabatan yang paling strategi dalam memainkan perannya dan tempat dimana masyarakat menaru harapan,” pasalnya.

Selain itu Tammat juga menilai Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu ikut menutup-nutupi kasus itu.

“ Ketidakjelasan kepemilikan Maluku dalam pengelolaan gas abadi Blok Masela, di perairan Arafuru berupa 10 persen saham tersebut memang telah meresahkan publik,” katanya.

Lebih lanjut, Direktur Eksekutif MOERI Tammat R. Talaohu, mensinnyalir, adanya ketidak beresan dalam negosiasi perolehan hak Maluku sebesar 10 persen dalam pengelolaan gas abadi Blok Masela.

“Ketidak beresan ini berupa ketertutupan Pemda dan BUMD PT. Maluku Energi yang berjalan sendiri sendiri dengan tidak melibatkan komponen masyarakat Maluku secara lebih luas dalam menuntut hak daerah,”ujarnya.

Perilaku ketertutupan seperti ini, lanjut Tammat, umumnya terjadi dalam bisnis migas. “ Dalam bisnis migas itu perlu adanya keterbukaan mingingat nilai ekonomisnya begitu tinggi,” imbunya.

Dalam catatan MOERI, PT. Maluku Energi telah dibiayai rekanan PT. Marsela Energi puluhan miliar rupiah.

Dana operasional puluhan miliar itu, tuding Tammat, sudah dinikmati para Komisaris, Direktur Utama dan para Direktur termasuk gubernur Maluku tanpa ada transparansi,

Dibaca 803 kali

Pelita Online hari ini
Tinggalkan komentar....
Militer & Hankam
Kisah Pilu Marinir Menjaga Daerah Perbatasan NKRI

Kisah Pilu Marinir Menjaga Daerah Perbatasan NKRI

Padahal saat itu usia kandungan sang istri sudah menginjak 7 bulan. “Sekitar dua bulan di sini, lahir (anak pertama saya), saya pulang sebentar lalu kembali kesini lagi,” kata Hadi kepada wartawan di Tarempa, Selasa (26/11/2013).